Laboratorium Kimia Klinik Dan Imunoserologi

Laboratorium Kimia Klinik dan Imunoserologi

Fakultas Teknologi Laboratorium Medik

1. Identitas Laboratorium

Laboratorium Kimia Klinik dan Imunoserologi di Fakultas Teknologi Laboratorium Medik Universitas Muhammadiyah 

1 Fakultas : Fakultas Teknologi Laboratorium Medik
2 Nama Laboratorium : Kimia Klinik dan Imunoserologi
3 Laboran Penanggung Jawab : Ika Putri Andini, A.Md.A.K
4 Luas Ruang : 102 m²

 

2. Gambaran Umum Laboratorium Kimia Klinik dan Imunoserologi di Fakultas Teknologi Laboratorium Medik Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Laboratorium ini merupakan fasilitas yang digunakan untuk membekali mahasiswa dalam melakukan analisis kimiawi pada cairan tubuh serta pemeriksaan sistem imun untuk menunjang diagnosis penyakit. Praktikum di laboratorium ini bertujuan agar mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan parameter metabolik (seperti glukosa, kolesterol, dan fungsi organ) serta teknik deteksi antigen-antibodi (seperti pemeriksaan golongan darah, tes kehamilan, hingga penanda infeksi virus). Melalui laboratorium ini, mahasiswa diharapkan menguasai ketepatan analitik dan interpretasi hasil laboratorium yang menjadi standar kompetensi utama seorang Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM).

 

3. Tujuan

  • Sebagai tempat melaksanakan praktikum yang menunjang kegiatan pembelajaran dan penelitian mahasiswa agar mampu melakukan analisis kimia darah dan cairan tubuh serta teknik imunodiagnostik secara akurat.
  • Sebagai tempat melaksanakan kegiatan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat bagi seluruh civitas akademika UM Palangkaraya, stakeholder, maupun masyarakat.

 

4. Kegiatan Praktikum di Laboratorium Kimia Klinik dan Imunoserologi

  1. Praktikum Kimia Klinik I (Dasar analisis biokimia darah).
  2. Praktikum Kimia Klinik II (Pemeriksaan fungsi organ dan metabolisme).
  3. Praktikum Imunoserologi  (Teknik dasar reaksi antigen-antibodi).

 

5. Alat di Laboratorium Kimia Klinik dan Imunoserologi

  1. Photometer / Clinical Chemistry Analyzer (Untuk analisis kadar zat kimia darah).
  2. Microcentrifuge (Untuk pemisahan serum dan plasma).
  3. Mikropipet (Untuk pengambilan sampel volume kecil secara presisi).
  4. Water Bath (Untuk inkubasi sampel pada suhu stabil).
  5. Incubator (Untuk menjaga stabilitas suhu reaksi kimia).